1. Latar Belakang Film
Sebuah film yang menceritakan tentang pembantaian suatu etnis yang terjadi di afrika pada tahun 1994. Pembantaian ini dilakukan oleh suku hutu terhadap suku tutsi. Pembantaian ini dipicu oleh dendam lama suku hutu terhadap suku tutsi. Pada masa penjajahan belgia, suku tutsi diberika wewenang oleh kolonial. Mereka memiliki harta berlimpah dan merupakan golongan kolongmerat. Mereka sering menginvasi suku hutu pada masa tersebut. Kemudian setelah colonial belgia meninggalkan daerah afrika, tepatnya di Rwanda, colonial belgia memberikan kekuasaan terhadap suku hutu. Terbukti dengan presidennya berasal dari suku hutu. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh suku hutu untuk menginvasi balik suku tutsi atas perbuatannya di masa penjajahan belgia. Colonial belgia membedakan dua suku ini dengan adanya kartu identitas yang bertuliskan HUTU atau TUTSI. Inilah yang sangat membuat perbedaan pada dua suku ini.
2. Alur Cerita Hotel Rwanda
Dalam film ini diceritakan ada seorang manajer hotel mille colliness yang bernama Paul Rusesabagine, dia adalah hutu. Sementara dia menikah dengan gadis yang bernama Tatiana selaku orang tutsi. Mereka mempunyai anak-anak dan hidup damai bersama tetangga-tetangga mereka yang mayoritas adalah suku tutsi. Begitu pun dengan karyawan atau karyawati yang bekerja di hotel tersebut, mereka kebanyakan berasal dari suku tutsi.
Pada awal film paul dan dube (salah satu pegaiwai hotel/tutsi) pergi ke tempat George untuk membeli makanan dan minuman untuk stok para tamu yang berada di hotel, tiba-tiba setelah ingin pulang, salah satu pekerja perusahaan George lengah dan menjatuhkan satu box kayu yang berisi puluhan pedang, disinilah awal kecurigaan paul tentang peritiwa pembantaian tutsi. Saat jalan pulang, banyak masyarakat hutu yang memakai seragam kebesaran mereka sambil merayakan sesuatu dan mobil yang dikendarai paul dan dube pun terpaksa harus menepi dan salah satu dari orang hutu tersebut menghampiri mereka dan bertanya dengan bahasa suku mereka terhadap dube. Dube tidak mengerti apa yang ditanyakan orang tersebut, karena dia adalah orang tutsi, jd paul lah yang menjawab bahwa dia dan dube adalah orang hutu.
Saat malam tiba, terdengan suara bising di sekitar rumah paul, setelah dia dan istrinya mengintip apa yang terjadi, mereka melihat tetangganya dipukuli oleh golongan Interahamwe, yaitu golongan milisi brutal yang anti tutsi, yang ternyata pemimpinnya adalah George Rutuganda, teman baik paul dan juga penyuplai kebutuhan hotel paul yang telah gagal membujuk paul untuk ikut bersamanya. Sejak kejadian itulah para tetangga dan kerabat dekat paul berlidung di rumah paul. Pada saat pagi, ada mafia hutu yang memeriksa rumah paul beserta isinya dan ditemukan banyak orang-orang yang bersembunyi di dalamnya, yang ternyata adalah orang tutsi. Paul dipersilahkan pergi dan memisahkan diri dari keluarganya yang kebanyakan tutsi, namun dia menolak dan menginginkan istri dan anak-anaknya serta para tetangganya ikut dengannya dan berlindung di hotel, walaupun dia harus membayar mahal atas keinginannya tersebut. Kepemimpinan, kecerdikan dan penyuapan, membuat Paul dapat menyelamatkan keluarga dan tetangganya dari mafia Hutu bersenjata yang bertujuan menghabisi semua suku Tutsi. Setelah tawar menawar dengan seorang petugas militer Rwanda untuk keselamatan keluarga dan teman, Paul membawa mereka ke hotelnya. Makin banyak pengungsi membanjiri hotelnya dikarenakan kamp pengungsian PBB sangat berbahaya dan terlalu penuh pada saat itu. Hotel pun menjadi penuh sesak, Paul mesti berusaha menghalihkan tentara Hutu, peduli terhadap pengungsi, dan menjaga popularitas hotel sebagai hotel high-class.
Hotel mille collines berada sibawah perlindungan pasukan PBB. Penjaga perdamaian PBB, yang dipimpin oleh Kolonel Oliver tak dapat bertindak apapun melawan Interhamwe, disebabkan mereka dilarang untuk ikut campur dalam masalah pembantaian ini. ketidak-berpihakan PBB terus berlanjut disamping juga kelelahan Oliver dalam menjaga pengungsi Tutsi dan kemarahannya yang mempertanyakan kekuatan barat yang tidak peduli terhada Rwanda. Pada saat kerusuhan berlangsung semakin parah, muncul tentara eropa. Kedatangan tentara eropa ini member harapan bagi paul dan colonel oliver dalam menyelesaikan perang suku ini. Ttetapi harapan itu malah menjadi sebuah keputusasaan. Kedatangan tentara eropa tersebut bukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, tetapi untuk mengevakuasi semua warga eropa baik journalist, wartawan ataupun orang-orang berkulit putih lain untuk keluar dari hotel tersebut. Dan pada saat inilah paul semakin bingung dengan keadaan tersebut.
Sewaktu Interhamwe mengepung hotel, Paul dan keluarganya mulai mengalami stress berat. Pasukan PBB berusaha mengevakuasi kelompok pengungsi, termasuk keluarga Paul. Namun malah berbalik kembali ke hotel, setelah di hadang oleh massa perusuh Hutu dan Interhamwe. Dalam usaha terakhir untuk menyelamatkan pengungsi, Paul berbicara kepada Jenderal Rwanda dan berusaha memerasnya dengan ancaman menjadikan sang jenderal penjahat perang. Bizimungu terpaksa setuju dan kembali ke hotel yang dalam keadaan diserang oleh perusuh dan Interhamwe.
Tentara Bizimungu akhirnya dapat mengakhiri kekacauan dan Paul panik mulai mencari istri dan keluarganya, berpikir kalau mereka sudah bunuh diri seperti yang diperintahkan Paul apabila orang-orang Hutu dapat menyerang hotel. Setelah ketakutan setengah mati, Paul menemukan mereka bersembunyi di kamar mandi. Keluarga dan para pengungsi akhirnya dapat keluar dari hotel dengan kawalan konvoi pasukan PBB. Mereka menempuh perjalanan melewati pengungsi Hutu dan milisi Interhamwe menuju ke belakang garis depan pihak pemberontak Tutsi. Pada saat mereka ingin diserang oleh milisi interhamwe, ternyata ada pasukan bizimungu yang menembaki milisi interhawe tersebut, dan pasukan bizimungu dapat mengatasinya. Di akhir cerita, Paul menemukan kedua keponakannya yg masih kecil, yang keberadaan orang tuanya tidak diketahui, dan mengajak mereka dengan keluarganya keluar dari Rwanda.
3. Subjek film Hotel Rwanda
a. Paul Rusesabagina (orang hutu) sekaligus manager hotel mille colliness.
b. Tatiana selaku istri paul (orang hutu) beserta anak-anak dan para tetangganya yang mayoritas orang tutsi
c. George Rutuganda sebagai teman baik paul yang biasa menyuplai kebutuhan di hotelnya dan juga seorang pemimpin golongan interhamwe (golongan milisi anti tutsi)
d. Colonel Oliver sebagai utusan PBB yang memimpin dan menjaga perdamaian di PBB
e. Bizimungu sebagai jendral tentara di Rwanda
4. Penyebab terjadinya pembantaian
Yaitu karena dendam lama antara suku hutu dengan suku tutsi. Pada masa penjajahan belgia, suku tutsi lebih diprioritaskan dan mendapat wewenang atau kekuasaan dari colonial belgia dan sering menginvasi suku hutu. Setelah masa penjajahan, colonial belgia menyerahkan kekuasaannya kepada suku hutu, dan inilah yang menjadi titik balik atas invasi yang sering diterima suku hutu oleh suku tutsi.
5. Penyelesaian permasalahan
Penyelesaian terlihat pembantaian pada film ini dengan penembakan yang dilakukan oleh tentara Rwanda yang dipimpin oleh bizimungu selaku jendralnya terhadap milisi interhamwe. Jadi dia mengintruksikan untuk melindungi pengungsi hotel dan orang-orang tutsi dan menyerang militan anti tutsi yang ingin membunuh pengungsi dan orang-orang tutsi tersebut. Sementara PBB tidak boleh ikut campur dan tidak boleh memihak kepada dua suku tersebut. Dan akhirnya film selesai setelah paul dan isrtinya menemukan ponakan-ponakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar